LAUNCHING GALLERI MARITIM BELITUNG TIMUR dilaksanakan hari ini (6/10), yang merupakan bagian dari rangkaian acara pada Event JPJR Belitung Timur.
Launching tersebut dihadiri oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi RI yang diwakili Staff Ahli Bidang Sosio Antropologi Dr. Tukul Rameyo Adi, M.Sc, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (ARKENAS) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Fokopimda Kab. Belitung Timur, kepala OPD Kab. Belitung Timur, media masa nasional dan lokal serta masyarakat.
Laut memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia, ia menjadi perekat hubungan kerajaan, kedatuan hingga kesultanan dimasa lalu.
Begitu pula dengan ragam bangsa dengan aneka kapal dan muatannya yang beragam pula menjadi media yang diperjualbelikan atau sekedar dipertukarkan.
Aktivitas tersebut meninggalkan jejak berupa kapal bangkai kapal yang bersemayam didasar lautan. Selain itu muatannya yang sangat bernilai sejarah dan ilmu pengetahuan.
Kini, jejak peristiwa masa silam tersebut disajikan pada GALERI MARITIM BELITUNG TIMUR.
GALERI MARITIM BELITUNG TIMUR ini menyimpan koleksi sekitar 500 buah keramik dengan berbagai jenis seperti pasu, piring, mangkuk dan tempayan.
Sumber koleksi tersebut berasal dari Disbudpar Belitung Timur dan hibah dari Kejaksaan Negeri Belitung Timur.
Kehadiran GALERI MARITIM BELITUNG TIMUR merupakan dukungan dan bantuan dari para ahli pada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (ARKENAS) Kemendikbud RI, Pusat Riset dan Sumber Daya Manusia dan Perikanan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
GALERI MARITIM BELITUNG TIMUR, diharapkan akan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan WISATA EDUKASI MARITIM di Kab. Belitung Timur.
-
Today (6/10), Maritime Galeri of East Belitung was launching as a tourism education center by the Regent of East Belitung and the Coordinating Ministry for Maritime and Investment of Republic of Indonesia.
As tourism education center especially maritime education, hope these galery can contributed for foward development of tourism sector in East Belitung Regency.

