Sangat kreatif, persiapan tari melayu Jelajah Pesona Jalur Rempah/JPJR Belitung Timur diikuti oleh beberapa sanggar seni yang ada di Belitung Timur, persiapan ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur untuk berpartisipasi pada event Jaringan Kota Pusaka Indonesia di Kota Siak Sri Inderapura Kabupaten Siak - Provinsi Riau bulan April 2020 nanti. Belitung Timur kaya akan rempah - rempah, salah satu rempah yang menjadi komoditi dari Belitung Timur sejak dahulu hingga sekarang adalah lada (sahang). Letak geografis pulau belitong sangat strategis berada diantara dua selat yaitu gaspar dan karimata, hal ini menguntungkan pulau belitong berada dalam jalur perdagangan rempah dunia pada masa lalu.
Pada masa sekarang pun pulau belitong tetap memainkan peran penting pada perdagangan komoditi rempah khususnya lada dan lainnya dalam memajukan perekonomian masyarakat pulau belitong. Berangkat dari nilai - nilai historis ini, tari melayu JPJR mendiskripsikan perkebunanan rempah terutama lada yang dikelola oleh para petani lokal serta jalur perdagangan rempah di pulau belitong umumnya dan Belitung Timur khususnya. Disamping pendiskripsian pada tari melayu JPJR, Disbudpar Belitung Timur juga akan menyelenggarakan event Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur selama 20 hari (20 Agustus - 08 September), event tersebut masuk dalam calender of events/COE Kementerian Pariwisata RI.
Very creative, the prepatory malay dance with the theme Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur/wonderful of explore of the spices route Belitung Timur were participated by saveral sanggar seni/art activist groups in East Belitung. The prepatory was held by the Culture and Tourism Department of East Belitung Regency for participation on the event Jaringan Kota Pusaka Indonesia/Indonesian heritage city network, Siak Sri Inderapura city, Siak Regency - Riau Province. East Belitung is rich with the spices, one of it is pepper (sahang), pepper has became a main comoditi from East Belitung since past time until today. Through the spirit of spices, the art activist group/sanggar seni created dance which is described the daily activities of pepper plantation by the local people and spices trade network in Belitong Island generally and East Belitung specially.

